Saturday, 8 November 2014

cover luar warna biru tua


LAPORAN KELOMPOK MAHASISWA KULIAH KERJA NYATA
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR
ANGKATAN XXXVII PERIODE II TAHUN 2014/2015




LOKASI KKN           : PURA MENGENING
KECAMATAN          : TAMPAKSIRING




OLEH

1.      I Wayan Agus Permadi                                   (FKIP/Biologi)
2.      Agung Setiabudi                                             (FKG)
3.      Luh Putu Suniti                                               (FKIP/B.Ing)
4.      Ni Ketut Anom Porsaliyana Dewi                  (FKIP/Biologi)
5.      I Made Edi Wijayantara                                 (FE/MJ)
6.      I.G.A. Inten Catri Artini                                 (FKIP/B.Ing)
7.      Vivi Tjung Miady                                           (FKG)
8.      Ni Luh Made Ayu Mandiri                             (FKIP/B.Ing)





UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR
TAHUN 2014



cover dalam

LAPORAN KELOMPOK MAHASISWA KULIAH KERJA NYATA
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR
ANGKATAN XXXVII PERIODE II TAHUN 2014/2015

LOKASI KKN           : PURA MENGENING
KECAMATAN          : TAMPAKSIRING



OLEH

1.      I Wayan Agus Permadi                                   (FKIP/Biologi)
2.      Agung Setiabudi                                             (FKG)
3.      Luh Putu Suniti                                               (FKIP/B.Ing)
4.      Ni Ketut Anom Porsaliyana Dewi                  (FKIP/Biologi)
5.      I Made Edi Wijayantara                                 (FE/MJ)
6.      I.G.A. Inten Catri Artini                                 (FKIP/B.Ing)
7.      Vivi Tjung Miady                                           (FKG)
8.      Ni Luh Made Ayu Mandiri                             (FKIP/B.Ing)


MENYETUJUI:
DOSEN PEMBIMBING




Dr. Drs. I Nengah Sudja, MM
                                                                        


UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR
TAHUN 2014


Daftar Nama Mahasiswa KKN 

DAFTAR NAMA MAHASISWA KULIAH KERJA NYATA (KKN) ANGKATAN XXXVII PERIODE II TAHUN 2014
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR

NO
NAMA
NPM
FAK/PS
1.
Luh Andreani
4303
FKIP/IG
2.
Ni Luh Made Ayu Mandiri
4302
FKIP/IG
3.
Ni Kadek Ria Safitri
4304
FKIP/IG
4.
Ni Made Lovi Arini
4305
FKIP/IG
5.
Siyamsih Istiqomah
4329
FKIP/IG
6.
I Gusti Ayu Sri Astuti
4331
FKIP/IG
7.
I Gede Bagus Herman Sanjaya
4330
FKIP/IG
8.
I Kadek Muliawan
4321
FKIP/IG
9.
I Made Purna Wintara
4322
FKIP/IG
10.
I. G. A. Inten Catri Artini
4313
FKIP/IG
11.
Luh Putu Suniti
4220
FKIP/IG
12.
Ni Luh Kadek Dwi Cahyani
4222
FKIP/IG
13.
Luh Putu Dewi Purnama Sari
4224
FKIP/IG
14.
Ni Wayan Ari Mahardiani
4225
FKIP/IG
15.
I Kadek Semara Wiguna
4327
FKIP/IG
16.
Ni Kadek Oktaria Pratiwi
4200
FKIP/IG
17.
Ni Nyoman Melia Ismayanthi
4208
FKIP/IG
18.
Desak Putu Putri Prayanti
4195
FKIP/IG
19.
Desak Gede Trisna Astika Sari
4196
FKIP/IG
20.
I. A. Mas Fuji Indraswari Dewi
4218
FKIP/IG
21.
Dewi Fatmawati
3054
FKIP/Indo
22.
Cornelia Erniyati Dede
3052
FKIP/Indo
23.
Ni Ketut Anom Porsaliyana Dewi
0955
FKIP/Bio
24.
I Wayan Agus Permadi
0947
FKIP/Bio
25.
Luh Putu Arthawati
0230
FE/AK
26.
I Nyoman Sutrisna Winata
0337
FE/MJ
27.
I Made Edi Wijayantara
333
FE/MJ
28.
Agung Setiabudi
056
FKG
29.
Made Widasari
042
FKG
30.
Cokorda Istri Triana Paramita
060
FKG
31.
Rikky Bagus Pratama Putra
053
FKG
32.
Vivi Junita Tjung Miady
031
FKG
33.
Ni Made Indah Cahyani
0231
FE/AK


KATA PENGANTAR

Puji  syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat_Nyalah penyusunan Laporan Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Mahasaraswati Denpasar Angkatan XXXVII Periode II tahun 2014 dapat selesai tepat pada waktunya. Laporan Kelompok merupakan syarat wajib bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Mahasaraswati Denpasar. Laporan ini disusun berdasarkan pengetahuan dan pengamatan kami dalam pelaksanaan program KKN Pola Sibermas Universitas Mahasaraswati Denpasar yang berlokasi di Pura Mengening, Desa Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar yang berlangsung sejak tanggal 25 Juli hingga 3 September 2014.
Dalam penyusunan laporan kelompok ini tentunya tidak lepas dari dukungan, partisipasi, bimbingan, dan dorongan dari berbagai pihak. Maka dari itu pada kesempatan ini kami sebagai Mahasiswa KKN Universitas Mahasaraswati Periode II tahun 2014 menyampaikan terimakasih kepada :
1.      Bapak Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd selaku Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar.
2.      Bapak Ketua LPPM beserta Tim Panitia pengelola KKN Universitas Mahasaraswati Denpasar yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan selama kami mengikuti kegiatan KKN.
3.      Bapak pembimbing kami, Dr. Drs. I Nengah Sudja, MM selaku Dosen Pembimbing di Pura Mengening yang telah banyak memberikan bimbingan, motivasi, dan pengarahan selama program KKN berlangsung.
4.      Bapak I Wayan Candra, S.Ag selaku Bendesa Adat Saraseda beserta staf yang telah menerima kami dengan baik serta memberikan dukungan sehingga program yang kami susun dapat berjalan dengan lancar.
5.      Rekan-rekan mahasiswa KKN angkatan XXXVI periode I tahun 2013 di Desa Yangapi atas kerja samanya selama kegiatan KKN ini berlangsung.
6.      Semua pihak baik secara langsung maupun tidak langsung yang telah memberikan bantuannya dalam pelaksanaan program KKN ini yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun demi penyempurnaan laporan in sangat kami harapkan. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Akhir kata penyusun sampaikan terimakasih.

Tampaksiring, Agustus  2014


Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Mahasiswa sebagai ujung tombak pelaksana Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak dapat lepas dari segala kegiatan kemasyarakatan. Salah satu dharma yang wajib untuk dijalankan adalah ”Pengabdian Terhadap Masyarakat”. Demi menjalankan Dharma ketiga tersebut, Universitas sebagai wadah dari civitas akademika menggalakkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pola Sinergi Pemberdayaan Potensi Masyarakat (Sibermas) sebagai aplikasi Pengabdian Mahasiswa terhadap masyarakat.
Dalam pelaksanaan KKN pola Sibermas, Mahasiswa sebagai penyelenggara kegiatan dituntut untuk menemukan permasalahan serta potensi yang ada di lingkungan masyarakat. Kemudian dengan kemampuan yang dimiliki mahasiswa dituntut untuk meyusun program kerja yang mampu memberikan solusi ataupun menyelesaikan masalah serta mengangkat potensi sesuai dengan bidang ilmu yang dimilikinya.
Pura Mengening, Banjar Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar menjadi lokasi yang di tunjuk sebagai wilayah KKN pola Sibermas Universitas Mahasaraswati Angkatan XXXVII periode II tahun 2014. Mahasiswa KKN dituntut untuk merancang suatu kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya alam yang harus kita jaga kelestariannya. Oleh sebab itu program-program yang disusun diharapkan memiliki nilai tambah bagi masyarakat, tidak hanya dalam bentuk fisik tetapi juga dalam bentuk peningkatan motivasi kerja masyarakat.

1.2    Tujuan
Mahasiswa dapat menggali,mengembangkan potensi-potensi yang terdapat di Pura Mengening serta dapat membatu untuk menyelesaikan masalah yang ada di pura sekaligus di banjar Saraseda.
1.3    Metodologi/Langkah Kerja
Langkah penyusunan program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pura Mengening dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu :
1)      Pembagian Tugas Observasi
Sebelum melakukan pengamatan dan pencarian data langsung di lapangan, dilakukan pembagian tugas observasi berdasarkan bidangnya masing-masing. Hal ini dilakukan mengingat program kerja yang akan dilaksanakan di Pura Mengening harus sesuai dengan masalah dan kebutuhan yang ada di Pura Mengening dan di wilayah banjar dinas Saraseda sedangkan waktu observasi yang telah ditentukan tidak cukup panjang. Oleh karena itulah untuk efiensi dan efektivitas waktu, dibuat empat kelompok observasi yang bertugas melakukan observasi di masing-masing banjar dinas di Pura Mengening dan menunjuk salah satu koodinator bidang dari setiap bidang observasi tersebut.
2)      Tahap Observasi
Pada masa observasi ini diadakan pengamatan langsung di lapangan guna mengidentifikasikan masalah yang ada di Pura Mengening dan disekitar wilayah banjar dinas Saraseda. Tahapan ini berlangsung kurang lebih tujuh hari dimana dalam pelaksanaan nya di dukung sepenuhnya oleh aparat desa dan seluruh warga banjar dinas Saraseda.
3)      Tahap Perumusan Masalah
Pada tahap ini diawali dengan penyampaian  hasil observasi dari masing-masing bidang yang diwakili oleh koordinator bidang. Dan dalam pelaksanaannya, diadakannya musyawarah bersama dalam pemilihan masalah yang ditemukan di setiap bidang yang akan di susun ke dalam program umum sesuai dengan bidangnya. Adapun hasil perumusan masalah adalah sebagai berikut :
A.    Bidang Ekonomi
·      Kurangnya tanaman yang bernilai religius dan ekonomis di sekitar Pura Mengening.
·      Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pemanfaatan kain perca menjadi barang yang memiliki nilai jual contohnya ikat rambut.
·      Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang teknik pemasaran hasil kerajinan menggunakan internet.
B.     Bidang Pendidikan, Sosial, Budaya dan Spiritual
·      Kurangnya pengetahuan bahasa inggris anak-anak di banjar saraseda.
·      Tidak adanya penamaan pelinggih-pelinggih dan tempat-tempat Tirta di Pura Mengening, Tampak Siring.
·      Kurangnya plang larangan-larangan masuk ke wilayah Pura Mengening dalam Bahasa Inggris.
·      Kurangnya pembuatan plang dan buku sejarah Pura Mengening dalam Bahasa Inggris.
·      Kurangnya data statistik Banjar adat Saraseda
·      Kurangnya denah pura mengening dalam bentuk buku dan Cd.
·      Kurangnya kesadaran masyarakat banjar saraseda dalam kegiatan gotong royong.
·      Kurangnya penyempurnaan meja pengunjung yang ada di Pura Mengening.
·      Kurangnya pengetahuan siswa siswi kelas 6 SD N 6 Tampaksiring dan SMK N 1 Tampaksiring tentang Lanskap Budaya Subak.
·      Kurangnya pelatihan tari Bali kepada anak-anak sekitar banjar adat Saraseda.
·      Kurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan HUT RI
C.     Bidang Lingkungan
·      Kurangnya kepedulian masyaraat tentang papan nama dan 3 pos pecalang di depan Pura Mengening yang sudah lapuk dan harus dicat.
·      Kurangnya kepedulian masyarakat tentang pembersihan tempat ganti pakaian di dalam pemandian Pura Mengening.
·      Kurangnya penanaman tanaman hias di sepanjang tangga menuju Pura Mengening.
·      Kurangnya halaman di sekitar SD N 1 Tampaksiring untuk tanaman hias dan tanaman obat.
·      Kurangnya tempat sampah di sekitar areal Pura Mengening.
D.     Bidang Kesehatan
·      Kurangnya sosialisasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda
·      Kurangnyna sosialisasi tentang HIV/AIDS ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda
·      Kurangnya sosialisasi tentang Kesehatan Gigi dan Mulut ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda
·      Kurangnya pembuatan papan manfaat tanaman obat yang dipasang di area Pura Mengening
·      Kurangnya kesadaran pemuda banjar saraseda untuk membantu Posyandu yang diadakan Puskesmas Tampaksiring I di balai Banjar Sareseda
·      Kurangnya kerjasama dengan Puskesmas Tampaksiring I untuk mengadakan screening gigi dan mulut di SDN 4 dan SDN 6 Tampaksiring
·      Kurangnya sosialisasi dan pemberian tanaman obat keluarga kepada warga Banjar Sareseda

4)      Tahap Penyusunan  Program
Pada tahap ini, dari rumusan masalah yang telah dimasukkan ke masing-masing bidang kerja mulailah disusun program-program yang relevan sebagai solusi dari berbagai masalah yang ditemukan pada saat observasi. Program ini disusun dengan memperhatikan berbagai hal seperti manfaat program bagi warga desa sehingga harapan awal penyusunan program yang diikuti dengan realisasinya nanti sesuai dengan yang dinginkan. Selain program yang didapat dengan melihat permasalahan yang ada di pura dan banjar, dalam penyusunan program juga diselipkan program wajib yang harus dilaksanakan mahasiswa dengan tetap menyesuaikan dengan kondisi dan situasi desa serta beberapa program tambahan yang juga dilaksanakan setelah program umum dibuat mengingat situasi dan kondisi di pura dan di banjar. Program yang dibuat dikelompokkan dalam bidang kerja yaitu bidang ekonomi, bidang Pendidikan, Sosial, Budaya dan Spiritual, bidang Lingkungan serta bidang kesehatan dan kebersihan.


BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI

2.1 Profil Penduduk
2.1.1 Jumlah Penduduk
Pura Mengening diampu oleh Penduduk Banjar Saraseda. Penduduk Banjar Saraseda semuanya warga Negara Indonesia dengan jumlah penduduk pada tahun 2014 adalah 1059 jiwa, yang terdiri dari 537 laki-laki dan 522 perempuan serta 236 kepala keluarga, dengan perubahan penduduk yaitu 14 lahir, 5 mati, 3 datang, 3 pindah serta tidak adanya transmigrasi. Penduduk yang mengikuti pendidikan yaitu 384 orang yang terdiri dari 30 buta huruf (10 tahun ke atas), 50 balita (belum sekolah),106 yang sedang duduk di bangku Sekolah Dasar, 30 yang sedang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, 40 yang sedang duduk di bangku Sekolah Menengah Umum, 19 tamat Sekolah Menengah Umum dan tidak melanjutkan Perguruan Tinggi, serta 10 sedang duduk di bangku kuliah, 57 sudah melanjutkan tetapi tidak kuliah lagi, 11 sudah melanjutkan dan masih kuliah dan 26 sarjana lengkap.

2.1.2 Keadaan Fisik Banjar Saraseda
Sarana dan Prasarana adalah peran yang sangat mendukung dalam upaya meningkatkan pelayanan dan perekonomian masyarakat. Secara umum, sarana dan prasarana di Banjar Saraseda sudah cukup lengkap. Berikut rincian sarana dan prasarana yang terdapat di Banjar Saraseda antara lain :
No.
Bidang
Sarana dan Prasarana
Keterangan
1
Ekonomi
Pasar Umum
-
Pasar Desa
-
Gudang
1
Lumbung
15
Koperasi
4
Toko
3
Kios
9
Warung
14
Bank Perkreditan
-
2
Perhubungan
Jalan Aspal
4 KM
Jalan Berbatu
-
Jalan Tanah
1 KM
Jalan Beton
2 BH
Jembatan Kayu
-
Jembatan Besi
2 BH
3
Produksi
Deker
4 BH
DAM/ Bendungan
2
Saluran Air
4 KM
Saluran Desa
-
Bangunan Bagi
-
Talang

4
Pemerintahan
Kantor Desa
-
Ruang Data
-
Kantor Kepala Dusun
1
Gedung BPD
-
Gedung PKK
-
5
Kesehatan & Rekreasi
Puskesmas
1
Balai Pengobatan
-
Taman Hiburan
-
Obyek Wisata
-
6
Pendidikan
STK
-
SD
-
SLTP
-
SLTA
-
Perpustakaan
-
7
Olah Raga
Lap. Voli
-
Lap. Sepak bola
1
Lap. Tenis
-
Lap. Tenis Meja
-
Lap. Bulu Tangkis
1
Gedung Olah Raga
-
8
Peribadatan
Pura
12
Masjid
-
Gereja
-
Vihara
-
9
Perumahan
Rumah Semi Permanen
2
Rumah Bambu
-
Rumah Lain-lain
-
10
Transportasi
Sepeda
45
Sepeda Motor
200
Mobil
13
Bus
-
Truk
1
11
Telekomunikasi
Telephone
4
SSB
-
HT
25
12
Penerbangan
Televisi
150
Radio
75
Pelanggan Koran
3
Papan Informasi
1
13
Kesehatan
Mata Air
10
Sumur
-
PDAM
236
Air Ledeng
236
Jamban Keluarga
236
SPAL
236
14
Kelembagaan
LPM
-
BPD
-
PKK
1
Karang Taruna
-
KP4
-
Hansip
1
BP3
-
LPD
1
Desa Adat
1
Sekaa Taruna Taruni
1
KDPA
-
15
Perkupulan Kesenian
Sekaa Gong
3
Sekaa Angklung
-
Sekaa Arja
-
Sekaa Wayang
1
Sekaa Topeng
1
Sekaa Barong
1
Sekaa Joged
-
Sekaa Drama
-
Sekaa Kidung
1
Persantian
1
Pershatian
1
Sekaa Rejang
1
Sekaa Baris
-
16
Perkumpulan Olah Raga
Voli
-
Sepak Bola
1
Tenis Lapangan
-
Tenis Meja
-
Bulu Tangkis
1


2.1.3 Keadaan Sosial Budaya dan Ekonomi Desa
Penduduk Banjar Saraseda mayoritas beragama Hindu dengan jumah penduduk 1048 serta 11 penduduk yang menganut agama Islam, dengan 1 bendesa, 1 kelihan adat, 3 pekaseh. Dalam hal kerohanian, Banjar Saraseda memiliki 3 Mangku Desa, 12 pura Khayangan Desa, 3 Dhang Khayangan, 2 pesaantian yaitu kidung dan kekawin.
Mata pencarian penduduk Banjar Saraseda pun beragam, mayoritas sebagai petani dengan jumlah 100 penduduk, 85 pengrajin, 56 pedagang, 85 peternak, 6 pelukis, 34 pemahat, 21 pegawai negeri, 21 pegawai swasta, 13 pengusaha/industri, 12 tukang, 1 dokter, 2 bidan, 3 perawat, 3 buruh/sopir, 13 TNI/ Polri/ pensiunan, 2 bengkel.

2.1.4 Luas Penggunaan Tanah
Lahan Banjar Saraseda terhitung memiliki luas 57 ha yang dimanfaatkan sebagai 22 ha irigasi sawah setengah teknis, 5 ha perumahan, 15 ha tegalan,15 ha laba pura, 0,3 ha bagian perairan yaitu kolam/ tebat, 0,35 ha pura dan kuburan, 0,4 ha jalan, 0,3 ha jurang.

2.2 Kelompok Sasaran
Yang menjadi kelompok sasaran dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pura Mengening, Banjar Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, yaitu:
2.2.1 Krama Pengempon Pura Mengening
Salah satu unsur Pawongan dari Pura Mengening adalah Krama Pengempon Pura Mengening. Krama Pengempon Pura Mengening berasal dari banjar Saraseda yang berjiwa dinamis dan aktif. Seluruh krama pengampu Pura Mengening memang semua berasal dari banjar Saraseda.
2.2.2 Siswa/Siswi SD N 6 Tampaksiring
           Siswa/siswi dari SD N 6 Tampaksiring mempunyai semangat yang tinggi dalam belajar. Bisa dilihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti pembelajaran buku lanskap yang dilakukan oleh Siswa/siswi kelas VI SD N 6 Tampak Siring. Kelas VI berjumlah 38 orang, yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 24 siswi perempuan. Dengan wali kelas Bapak I Wayan Mardiana.
2.2.3. Siswa/Siswi SMK N 1 Tampaksiring
           Siswa/siswi dari SMK N 1 Tampaksiring  mempunyai semangat yang kuat untuk belajar mengenal warisan budaya khususnya di kelas IX Jurusan UPW (Usaha Perjalanan Wisata) dan MM (Multimedia) dalam pembelajaran lanskap budaya subak. Mereka sangat antusias dalam pembelajaran tersebut karena medianya menggunakan photovoice. Jumlah siswa untuk kelas IX UPW sebanyak 11 orang dan 9 orang dari kelas IX MM.
2.2.4 Siswa/Siswi SD N 1 Tampaksiring
            Siswa/siswi di SD N 1 Tampaksiring sangat senang karena mendapat vertikultur dari mahasiswa KKN di Pura Mengening. Mereka juga berjanji untuk merawatnya.
2.2.5 Puskesmas Tampaksiring I
                 Kami dari mahasiswa KKN bekerja sama dengan Puskesmas di daerah Tampaksiring I untuk melakukan screening gigi dan mulut di SD N 4 dan 6 Tampaksiring. Disini, kami juga membantu puskesmas untuk melakukan posyandu di balai banjar Saraseda.

2.3 Potensi yang bisa dikembangkan disekitar Pura Mengening
            Ada beberapa potensi yang bisa dikembangkan di Pura Mengening, Tampaksiring. Pertama, jalur pariwisata (tracking) bagi para wisatawan asing yang ingin berkeliling melihat keindahan pura. Bukit kecil sebagai lokasi utama pura ditata bertingkat-tingkat dengan beberapa kolam dan pancuran air. Kedua, potensi usaha rumah tangga yang dalam hal menjual beberapa aksesoris yang terbuat dari kain perca mungkin bisa di perlihatkan kepada wisatawan yang mengunjungi Pura Mengening. Ketiga, adanya sebuah brosur untuk wisatawan supaya wisatawan bisa lebih mengetahui tentang Pura Mengening secara lebih detail karena kebanyakan guide juga belom tahu tentang sejarah dari Pura Mengening.


BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN

3.1.    Rekapitulasi Kegiatan
Kegiatan yang kami lakukan di Pura Mengening, Tampaksiring adalah jenis kegiatan yang sesuai dengan yang tercantum dalam program inti dan program tambahan yang disusun dan disepakati bersama yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat sekitar Pura Mengening khususnya wilayah Banjar Saraseda. Adapun jenis kegiatan yang kami lakukan adalah sebagai berikut:
1.      Bidang Ekonomi
a.       Penanaman tanaman yang bernilai religius dan ekonomis di sekitar areal pura mengening ( penanaman tanaman daun sirih, bunga kenanga, bunga kamboja,pandan harum)
b.      Pemanfaatan kain perca menjadi barang yang memiliki nilai jual (sosialisasi kepada para penjahit yang ada di br. Sereseda kain perca bisa dijadikan ikat rambut )
c.       Sosialisasi tentang teknik pemasaran hasil kerajinan menggunakan internet (membuatkan blog dan email)
2.      Bidang Pendidikan, Sosial, Budaya dan Spiritual
a.       Peningkatan kualitas pendidikan anak-anak di wilayah Banjar Saraseda dengan memberikan bimbel (bimbingan belajar bahasa Inggris).
b.      Penamaan Pelinggih-Pelinggih dan Tempat-tempat Tirta di Pura Mengening, Tampak Siring.
c.       Pembuatan plang larangan-larangan masuk ke wilayah Pura Mengening dalam 2 bahasa yaitu dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
d.      Pembuatan plang dan buku sejarah Pura Mengening dalam 2 bahasa yaitu dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
e.       Pembuatan data statistik Banjar adat Saraseda yang nantinya akan dibuatkan buku dan CD.
f.       Pembuatan denah pura mengening dalam bentuk buku dan Cd.
g.      Melakukan kegiatan gotong royong bersama warga sekitar warga adat Saraseda.
h.      Melakukan penyempurnaan meja pengunjung yang ada di Pura Mengening.
i.        Memperkenalkan Lanskap Subak kepada siswa/siswi SD N 6 Tampaksiring dan SMK N 1 Tampaksiring.
j.        Memberikan pelatihan tari Bali kepada anak-anak sekitar banjar adat Saraseda.
k.      Ikut berpatisipasi dalam kegiatan HUT RI yang ke-69 bersama warga banjar Saraseda.
3.    Bidang Lingkungan
a.    Pengecetan ulang papan nama dan 3 pos pecalang di depan Pura Mengening.
b.    Pembersihan tempat ganti pakaian di dalam pemandian Pura Mengening.
c.    Penanaman tanaman hias sebanyak 50 tanaman di sepanjang tangga menuju Pura Mengening.
d.   Pembuatan kebun vertikultur untuk menanam tanaman hias dan tanaman obat yang akan diletakkan di SD N1 Tampak  dengan bahan yang ramah lingkungan.
e.    Pembuatan 4 buah tempat sampah dari bahan ramah lingkunagan yang akan ditempatkan di sekitar areal Pura Mengening.
4.    Bidang Kesehatan-Kebersihan
a.    Sosialisasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda
b.    Sosialisasi tentang HIV/AIDS ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda
c.    Sosialisasi tentang Kesehatan Gigi dan Mulut ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda
d.   Pembuatan papan manfaat tanaman obat yang dipasang di area Pura Mengening
e.    Membantu Posyandu yang diadakan Puskesmas Tampaksiring I di balai Banjar Sareseda
f.     Bekerjasama dengan Puskesmas Tampaksiring I mengadakan screening gigi dan mulut di SDN 4 dan SDN 6 Tampaksiring
g.      Sosialisasi dan pemberian tanaman obat keluarga kepada warga Banjar Sareseda
3.2    Uraian Kegiatan
Selama 1 bulan 7 hari kami berada di Pura Mengening, Banjar Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar untuk melaksanakan program kegiatan yang telah direncanakan dan telah disepakati bersama sesuai dengan situasi, kondisi dan potensi di Pura Mengening. Selanjutnya dapat kami laporkan hasil dari pelaksanaan kegiatan yang sudah tentu keberhasilan dari pelaksanaan program merupakan hasil adanya kerjasama yang baik antara mahasiswa  Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan Jro Mangku, Bendesa Adat, Puskesmas, aparat sekolah, Kepala Sekolah, dan masyarakat di sekitar Pura Mengening (Banjar Saraseda) yang secara langsung maupun tidak langsung turut membawa keberhasilan dari pelaksanaan program ini. Tahap evaluasi ini menjelaskan kesesuaian antara program yang terdiri dari masing-masing bidang kegiatan dengan realisasi yang dicapai (Realisasi penyelesaian program terlampir):
1.      Bidang Ekonomi
a.       Jenis kegiatan
1.   Menanam tanaman bernilai religius dan ekonomis di sekitar area pura mengening secara bertahap yang pertama memilih lahan untuk menanam tanaman seperti kamboja, kenanga, sirih  dan  pandan harum yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa dan dibantu oleh dosen pembimbing.
2.   Melakukan sosialisasi pemanfaatan kain perca pada penjahit di br. Seraseda, dengan membuat contoh ikat rambut dengan menggunakan kain perca yang didapat melalui penjahit dan mensosialisasikan cara pembuatan dan cara pemanfaatan kain perca agar menjadi barang yang bernilai jual.
3.    Melakukan sosialisasi teknik pemasaran menggunakan internet berupa blog dan email kepada pengrajin dan kios – kios di br. Seraseda, dengan cara menyebarkan kuisioner untuk mengetahui cara pemasaran sehingga memudahkan dalam pembuatan dalam membuat email dan blog.
b.      Waktu pelaksanaan kegiatan
1.    Penanaman tanaman bernilai religius dan ekonomis sebanyak 12 tanaman di area pura mengening yang dilakukan pada tanggal 2, 3 dan 15 Agustus yang dibantu teman – teman KKN pura mengening dan dibantu oleh dosen pembimbing.
2.   Sosialisasi pemanfaatan kain perca kepada penjahit dilaksanakan pada tanggal 16,19, dan 20 yang dilakukan oleh mahasiswa KKN bidang ekonomi pura mengening.
3.   Sosialisasi teknik pemasaran menggunakan internet berupa blog dan email dilaksanakan pada tanggal 21 dan 22 yang dilakukan oleh mahasiswa KKN bidang ekonomi pura mengening.
c.       Hasil kegiatan
1.      Tanaman yang ditanam nantinya bisa dimanfaatkan dalam membuat banten untuk perlengkapan upacara persembahyangan di Pura Mengening. Kegiatan ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 45.000,-
2.      Meningkatkan kreatifitas untuk lebih memanfaatkan kain perca agar bernilai jual dan meningkatkan perekonomian. Kegiatan ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 20.000,-
3.      Dengan dibuatkan blog para pengrajin lebih mudah dalam memasarkan produknya. Mengabiskan biaya sebesar Rp. 20.000,-
2.     Bidang Pendidikan, Sosial, Budaya dan Spiritual
a.       Jenis kegiatan
1.   Peningkatan kualitas pendidikan anak-anak disekitar wilayah banjar Saraseda Tampak Siring dengan memberikan bimbel (bimbingan belajar bahasa Inggris).
2.   Penamaan Pelinggih-Pelinggih dan Tirta-tirta di Pura Mengening Tampaksiring.
3.   Pembuatan plang larangan-larangan masuk ke wilayah Pura Mengening dalam 2 bahasa yaitu dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
4.   Pembuatan plang dan buku sejarah Pura Mengening dalam 2 bahasa yaitu dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
5.   Pembuatan data statistik Banjar adat Saraseda yang nantinya akan dibuatkan buku dan CD.
6.   Pembuatan denah pura mengening dalam bentuk buku dan CD.
7.   Melakukan kegiatan gotong royong bersama warga sekitar warga adat Saraseda.
8.   Melakukan penyempurnaan meja pengunjung yang ada di Pura Mengening.
9.   Memperkenalkan Lanskap Subak kepada siswa/siswi SD N 6 Tampaksiring dan SMK N 1 Tampaksiring.
10.Memberikan pelatihan tari Bali kepada anak-anak sekitar banjar adat Saraseda.
11.Ikut berpatisipasi dalam kegiatan HUT RI yang ke-69 bersama warga banjar Saraseda.
b.      Waktu pelaksanaan kegiatan
1.   Tujuan dari bimbingan belajar ini adalah untuk meningkatkan minat dan pengetahuan anak-anak yang berada di wilayah banjar Saraseda Tampak Siring. Bimbingan belajar bahasa Inggris ini dilaksanakan setiap 2x seminggu, yaitu setiap hari Sabtu dan Minggu pada tanggal 02 Agustus , 08 Agustus, 16 Agustus 2014, 23 Agustus dan 30 Agustus 2014.
2.   Dengan adanya penamaan di setiap Pelinggih dan Tirta- Tirta yang ada di Pura Mengening Tampaksiring, sehingga mempermudah setiap pengunjung terutama dari luar wilayah Tampaksiring dan warga disekitar Pura Mengening mengetahui nama-nama Pelinggih tersebut. Kegiatan penamaan Pelinggih-pelinggih ini dimulai dari tahap pemesanan di Amien Letter Reklame & Percetakan, Jl. Antasura No.36 C Denpasar ,43 pada hari Jumat  tanggal 08 Agustus 2014, dan diambil pada tanggal 19 Agustus 2014 dan dipasang pada hari Jumat 29 Agustus 2014 karena menunggu hari baik untuk dilakukan pemasangan atas saran dari Jero Mangku Pura Mengening dan dilakukan pengulapan nama-nama pelinggih sebelum dipasang .
3.   Pembuatan larangan – larangan diareal pura mengening dilaksanaan pada tanggal 2 Agustus 2014 dan dicetak dalam bentuk plang selesai pada tanggal 8 Agustus 2014. Selanjutnya pembuatan bingkai untuk plang dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2014. Dan selesai pada tanggal 30 Agustus 2014 sekaligus dilakukan pemasangan diareal pura mengening , mengingat menunggu waktu yang tepat untuk dilakukan pemasangan sesuai dengan Jero Mangku pura Mengening.
4.   Pembuatan plang dan buku sejarah Pura Mengening dalam dua bahasa yaitu dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus 2014 dan dicetak dalam bentuk plang selesai pada tanggal 8 Agustus 2014. Selanjutnya pembuatan bingkai untuk plang dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2014. Dan selesai pada tanggal 30 Agustus 2014 sekaligus dilakukan pemasangan diareal pura mengening , mengingat menunggu waktu yang tepat untuk dilakukan pemasangan sesuai dengan Jero Mangku pura Mengening. Serta pembuatan dalam bentuk buku dilaksanakan pada 25 Agustus 2014 selanjutnya dicetak pada tanggal 26 Agustus 2014. Dan diperbanyak untuk diserahkan ke Bendesa pada tanggal 27 Agustus 2014.
5.   Pembuatan data statistik Banjar adat Saraseda dalam bentuk buku dan CD dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2014 dan diselesaikan pada tanggal 5 Agustus kemudian dicetak pada tanggal 26 Agustus 2014.
6.   Pembuatan denah pura mengening dalam bentuk buku dimulai dari pengambilan foto pada tanggal 2 Agustus 2014 untuk serta dicetak dan dibuatkan CD pada tanggal 26 Agustus 2014.
7.   Kegiatan gotong royong bersama warga sekitar warga adat Saraseda dilaksanakan pada tanggal 3, 10, 14 dan 24 Agustus 2014.
8.   Penyempurnaan meja pengunjung yang ada di Pura Mengening yang pertama dilakukan pembelian kain serta perlak pada tanggal 4 Agustus 2014 dan pemasangan dilakukan pada tanggal 5 Agustus 2014.
9.   Memperkenalkan Lanskap Subak kepada siswa/siswi SD N 6 Tampaksiring dan SMK N 1 Tampaksiring dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2014 untuk kegiatan jurnal lanskap yang mengikut sertakan siswa kelas 6 SD N 6 Tampaksiring yang berjumlah 36 orang. Serta tanggal 20 Agustus dilaksanakan kegiatan photo voice yang mengikut sertakan 20 siswa jurusan UPW dan MM SMKN 1 Tampaksiring.
10.                 Pelatihan tari Bali kepada anak-anak sekitar banjar adat Saraseda yang dilakukan seminggu sekali setiap hari minggu pada tanggal 3, 10, 18, 24 dan 31 Agustus 2014 yang beranggotaan 22 anak di lingkungan banjar Saraseda.
11.                 Ikut berpatisipasi dalam kegiatan HUT RI yang ke-69 bersama warga banjar Saraseda. Kegiatan penyambutan dimulai dari tanggal 14 Agustus 2014 untuk lomba anak – anak seperti lomba makan krupuk putra putri, lomba kelereng putra putri, lari karung, memasukkan paku kebotol, mengambil koin ditepung serta lomba kebersihan. Selanjutnya pada tanggal 15 Agustus 2014 untuk lomba umum dewasa seperti lomba tarik tambang, lomba estafet menara air, lari karung, panjat pinang dan pukul bantal. Serta perayaan puncak dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2014 yang perayaannya berupa acara jalan santai dipagi hari dan pada malam hari iut serta merayakan HUT STT. Dharma Satya Bhakti.
c.       Hasil kegiatan
1.    Bimbingan belajar bahasa Inggris ini membuat anak-anak di wilayah banjar Saraseda Tampak Siring menjadi lebih antusias dan bersemangat dalam proses belajar di kelas. Kegiatan ini hanya menghabiskan biaya sebesar Rp.20.000,- rupiah untuk membelikan hadiah berupa permen dan makanan ringan untuk anak-anak yang aktif.
2.   Para pengunjung dari luar wilayah desa Tampaksiring dan Warga disekitar Pura Mengening menjadi lebih mudah dalam mengetahui/mengenali nama-nama Pelinggih dan Tirta-tirta yang ada di Pura Mengening Tampaksiring. Kegiatan ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 1.208.000,-
3.   Para pengunjung dari luar wilayah desa Tampaksiring dan Warga disekitar Pura Mengening menjadi lebih mudah dalam mengetahui larangan-larangan yang ada di areal Pura demi menjaga kesucian Pura Mengening. Larangan-larangan tersebut dibuat dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan tujuan baik wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Pura Mengening dapat dengan mudah memahami dan mengikuti semua larangan yang telah ditetapkan. Kegiatan ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 73.000,-
4.   Para pengunjung dari luar wilayah desa Tampaksiring dan Warga di sekitar Pura Mengening menjadi lebih mudah dalam mengetahui sejarah Pura Mengening yang telah dijabarkan dalam bentuk plang dan buku yang menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan tujuan  baik wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Pura Mengening dapat dengan mudah memahami sejarah Pura Mengening. Kegiatan ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 90.000,-
5.   Masyarakat Desa Adat Saraseda bisa mendapatkan data yang lebih tepat mengenai jumlah penduduk di Desa Adat Saraseda, mata pencaharian penduduk di Desa Adat Saraseda dan lain sebagainya. Data statistik ini dibuat dalam bentuk buku dan CD dengan tujuan agar Desa Adat Saraseda memiliki pegangan konkrit mengenai data statistik yaitu dalam bentuk buku sebagai hard copy, serta  jika sewaktu-waktu dibutuhkan, masih ada rekapan data statistik yang tersimpan dalam bentuk CD sebagai soft copy. Kegiatan ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 20.000,-
6.   Masyarakat Desa Adat Saraseda menjadi lebih tahu secara detail  letak pelinggih-pelinggih yang ada di Pura Mengening. Denah  Pura dibuat dalam bentuk buku dan CD dengan tujuan agar  Desa Adat Saraseda memiliki pegangan konkrit mengenai letak pelinggih-pelinggih  yaitu dalam bentuk buku sebagai hard copy, serta  jika sewaktu-waktu dibutuhkan, masih ada rekapan yang tersimpan dalam bentuk CD sebagai soft copy. Dalam pembuatan denah pura Mengening ini dibutuhkan total biaya sebesar Rp. 20.000,-
7.   Peserta KKN serta masyarakat Desa Adat Saraseda mendapat manfaat yang sangat baik dari kegiatan gotong royong yang dilaksanakan di sekitar areal Pura Mengening. Kesadaran akan arti penting dari menjaga kebersihan lingkungan menjadi meningkat dan diharapkan  menjadi kebiasaan yang positif dan diterapkan secara rutin baik oleh peserta KKN maupun seluruh masyarakat Desa Adat Saraseda. Adapun hal-hal  yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan gotong royong ini memerlukan biaya sebesar Rp. 15.500,-
8.   Para pengunjung yang datang ke Pura Mengening menjadi lebih senang karena disuguhkan pemandangan yang nyaman terutama pada sisi depan sebelum memasuki areal Pura, yaitu meja pengunjung. Penyempurnaan meja pengunjung dilakukan dengan tujuan memberi kesan menarik dan indah dalam hal dekorasi meja, kegiatan ini  menghabiskan biaya sebesar Rp. 120.000,-
9.   Siswa kelas 6 SD N 6 Tampaksiring dan Siswa kelas 10 Jurusan UPW (Usaha Perjalanan Wisata) sebanyak 11 orang dan MM (Multimedia) sebanyak 9 orang menjadi tahu tentang warisan budaya dunia salah satunya adalah di Pura Mengening. Kegiatan ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 600.000,-
10.                    Anak-anak sekitar Desa Adat Saraseda menjadi sangat senang dan antusias ketika mengikuti pelatihan tari Bali yang dilaksanakan di luar areal Pura Mengening. Pelatihan tari Bali dilakukan oleh anggota kelompok KKN. Dalam pelaksanaan pelatihan tari ini tidak diperlukan biaya. Tiap peserta latihan tari membawa perlengkapan masing-masing seperti kamben dan selendang. Untuk fasilitas musik sudah dipersiapkan oleh anggota kelompok KKN. Kegiatan ini tidak memerlukan biaya karena alat-alatnya sudah berasal dari mahasiswa KKN.
12.                    Para penduduk Desa Adat Saraseda khususnya anak-anak merasa senang sebab mereka bisa ikut berpartisipasi dalam beberapa perlombaan yang diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus. Lomba yang diselenggarakan oleh panitia antara lain : lomba makan kerupuk, balap karung, kelereng, koin tepung, dan lain sebagainya. Adapun anggaran biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan lomba tersebut adalah sebesar Rp. 235.200,-.
3.      Bidang Lingkungan
a.    Jenis kegiatan
1.   Melakukan pengecetan ulang pada papan nama pura dan 3 pos pecalang yang berada di depan Pura Mengening secara bertahap dengan menghilangkan sisa cat sebelumnya dengan menggunakan amplas kasar selanjutnya menghaluskan permukaan kayu dengan menggunakan amplas halus sehingga pada waktu pengecatan akan lebih mudah dan hasil yg diperoleh juga maksimal.
2.   Melakukan pembersihan dengan mencabut rumput-rumput dan lumut yang tumbuh liar pada dinding tempat/ruang ganti pakaian yang ada di dalam pemandian Pura Mengening serta membersihkan lantai tempat ganti dari gundukan tanah hasil dari runtuhan tebing diatasnya  serta memberikan sentuhan warna dengan melakukan sedikit pengecetan.
3.   Melakukan penanaman tanaman hias seperti bunga kembang kertas, bunga cempaka, kenanga dan bunga kamboja yang nantinya tidak hanya digunakan untuk memperindah pura tetapi juga dapat digunakan sebagai sarana persembahyangan yang ditanam di sepanjang tangga menuju Pura Mengening yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa dan dibantu oleh dosen pembimbing.
4.   Membuatan kebun vertikultur untuk menanam tanaman hias dan tanaman obat yang akan diletakkan di SD N1 Tampak  dengan bahan yang ramah lingkungan. Dengan menggunakan bambu yang sudah tidak terpakai yang terdapat disekitaran Pura Mengening sebagai tempat penyanggah yang sudah diikat sedemikian rupa dan ditambah pipa paralon sebagai tempat penanamannya.
5.   Membuat 4 buah tempat sampah dari bahan ramah lingkunagan yang ditempatkan di sekitar areal Pura Mengening. Tempat sampah ini merupakan hasil daur ulang dari bambu-bambu yang sudah tidak terpakai lagi yang terdapat di sekitaran Pura Mengening. Beberapa mahasiswa KKN bekerja sama dalam proses pembuatan tempat sampah ini seperti mengukur, memotong bambu, merakitnya menjadi tempat sampah dan menambah sentuhan akhir dengan cat warna bumi yaitu hijau.
b.      Waktu pelaksanaan kegiatan
1.        Pengecetan ulang papan nama dan 3 pos pecalang di depan Pura Mengening ini dilakukan selama 5 hari secara bertahap yaitu pada tanggal 4, 7, 8, 10 dan 11 Agustus 2014.
2.        Pembersihan tempat ganti pakaian di dalam pemandian Pura Mengening ini dilakukan selama 3 hari, 2 hari pembersihan yaitu pada tanggal 2 dan 3 Agustus 2014 dan 1 hari untuk pengecetan yaitu pada tanggal 9 Agustus 2014.
3.        Penanaman tanaman hias sebanyak 50 tanaman di sepanjang tangga menuju Pura Mengening ini dilakukan pada tanggal 2 Agustus yang di bantu oleh Bapak Sudja selaku dosen pembimbing KKN.
4.        Pembuatan kebun secara vertikultur untuk menanam tanaman hias dan tanaman obat yang diletakkan di SD N1 Tampak Siring  dilakukan  pada tanggal 25 Agustus 2014 untuk desain bentuk vertikultur dan diselesaikan dengan menaruh beberapa tanaman hias dan tanaman obat pada tanggal 26 Agustus 2014.
5.        Pembuatan 4 buah tempat sampah dari bahan ramah lingkunagan yang ditempatkan di sekitar areal Pura Mengening ini dilakukan selama 5 hari, mulai dari pembelian bahan yaitu tanggal 2 Agustus 2014 dan selanjutnya proses pembuatan tempat sampahnya dapat diselesaikan sampai tanggal 7 Agustus 2014.
c.       Hasil kegiatan
1.        Papan nama pura dan 3 pos pecalang di depan Pura Mengening. Terlihat lebih bagus dan lebih bersih setelah dilakukan pengecatan ulang. Para pengunjung juga merasa tidak segan untuk beristirahat di pos pecalang karena lebih terlihat sebagai balai bengong karena tempatnya yang bagus dan terlihat seperti baru. Kegiatan ini menghabiskan biaya sebesar Rp.200.000.
2.        Tempat/ruang ganti pakaian di dalam pemandian Pura Mengening tidak lagi terlihat kumal, kotor dan menjijikan karena penuh dengan rumput dan lumut liar yang tumbuh. Sekarang tempat itu sudah menjadi bersih dan siap untuk digunakan kapan dan oleh siapa saja. dengan biaya Rp.151.000.
3.        Pemandangan disepanjang tangga menuju Pura Mengening nantinya tidak hanya akan dihiasai oleh warna hijau dari rumput atau pun tanaman hijau lainnya karena setelah ditanami beberapa tanaman bunga, pemandangannya akan lebih berwarna dan lebih indah, disamping itu tanaman bunga tersebut nantinya juga bisa dipakai sebagai sarana persembahyangan. Kegiatan ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 50.000.
4.        SD N1 Tampak Siring memeliki kuas sekitar 10-12 are dengan persentase 75% untuk bangunan sekolahnya dan 15% untuk halamannya yang sudah ditutupi dengan semen sehingga yang tersisa hanya 10% lahan yang bisa di fungsikan sebagai kebun. Dengan sisa lahan yang sangat sempit tersebut pembuatan kebun secara vertikultur untuk menanam tanaman hias dan tanaman akan sangat bermanfaat disamping tidak memerlukan lahan yang luas karena bentuknya yang bertingkan ke atas vertikultur juga berfungsi memperindah halaman. Dengan cara vertikultur menanam tanaman hias atau pun tanaman obat yang akan berguna dikemudian hari tidaklah mustahil. Kegiatan ini menghabiskan  biaya sebesar Rp. 257.000.
5.        Tempat sampah merupakan sarana wajib disetiap tempat supaya orang-orang tidak membuang sampah sembarangan yang membuat lingkungan menjadi lebih kotor. Dengan membuat tempat sampah orang-orang tidak akan membuang sampah sembarangan sehingga kebersihan lingkungan akan akan tetap terjaga. Apa lagi tempat sampah tersebut terbuat dari daur ulang sisa bambu yang sudah tidak terpakai lagi akan membuat lingkungan di sekitar areal Pura Mengening terlihat lebih bersih. Kegiatan ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 145.000.
4.      Bidang Kesehatan-Kebersihan
a.       Jenis kegiatan
1.        Sosialisasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda
2.        Sosialisasi tentang HIV/AIDS ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda
3.        Sosialisasi tentang Kesehatan Gigi dan Mulut ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda
4.        Pembuatan papan manfaat tanaman obat yang dipasang di area Pura Mengening
5.        Membantu Posyandu yang diadakan Puskesmas Tampaksiring I di balai Banjar Sareseda.
6.        Bekerjasama dengan Puskesmas Tampaksiring I mengadakan screening gigi dan mulut di SDN 4 dan SDN 6 Tampaksiring
7.        Sosialisasi dan pemberian tanaman obat keluarga kepada warga Banjar Sareseda
b.      Waktu pelaksanaan kegiatan
1.        Sosialisasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda. Program ini dijalankan dengan tujuan memberikan pengetahuan kepada warga Banjar Sareseda tentang memelihara hidup bersih dan sehat. Pelaksanaannya meliputi penyusunan materi sosialisasi dalam bentuk brosur yang akan ditempel di rumah warga dan melakukan sosialisasi ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda. Program ini berlangsung pada 20-22 Agustus di lingkungan Banjar Sareseda.
2.      Sosialisasi tentang HIV/AIDS ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda. Program ini dijalankan dengan tujuan memberikan pengetahuan kepada warga Banjar Sareseda tentang bahaya HIV/AIDS dan pencegahannya. Pelaksanaannya meliputi penyusunan materi sosialisasi dalam bentuk brosur yang akan ditempel di rumah warga dan melakukan sosialisasi ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda. Program ini berlangsung pada 20-22 Agustus di lingkungan Banjar Sareseda.
3.      Sosialisasi tentang Kesehatan Gigi dan Mulut ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda. Program ini dijalankan dengan tujuan memberikan pengetahuan kepada warga Banjar Sareseda tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi-mulut dan cara membersihkan yang benar. Pelaksanaannya meliputi penyusunan materi sosialisasi, dan melakukan peragaan cara menyikat gigi dan memilih sikat gigi yang baik pada sosialisasi ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda. Program ini berlangsung pada 20-22 Agustus di lingkungan Banjar Sareseda.
4.      Pembuatan papan manfaat tanaman obat yang dipasang di area Pura Mengening. Program ini dijalankan dengann tujuan memperkenalkan kepada masyarakat yang berkunjung tentang keanekaragaman hayati di Pura Mengening dan menggunakan media papan untuk memperkenalkan khasiat dan pemanfaatan tanaman herbal. Pelaksanaannya meliputi identifikasi tanaman obat di lingkungan Pura mengening, menyusun manfaat tanaman obat yang ditemukan dan diproduksi dalam bentuk kertas yang dilaminating, kemudian di satukan pada potongan bambu dan ditempatkan disekitar tanaman obat yang dimaksud. Program ini berlangsung dari tanggal 8-11 Agustus di lingkungan Pura Mengening.
5.      Membantu Posyandu yang diadakan Puskesmas Tampaksiring I di balai Banjar Sareseda. Program ini dijalankan dengann tujuan ikut berpartisipasi dalam pelayanan kesehatan instansi medis setempat guna meningkatkan taraf kesehatan ibu dan anak di Banjar Sareseda. Pelaksanaannya meliputi obeservasi dan membangun hubungan baik melalui komunikasi dengan Puskesmas Tampaksiring I, penyusunan materi untuk sosialisasi cara merawat kesehatan gigi dan mulut pada balita dalam bentuk brosur kesehatan. Pelayanan di posyandu meliputi penimbangan, pencatatan hasil timbang, sosialisasi kesehatan, imunisasim pemberian vitamin  A dan bubur kacang hijau. Program ini berlangsung pada tanggal 7 Agustus di balai Banjar Sareseda.
6.      Bekerjasama dengan Puskesmas Tampaksiring I mengadakan screening gigi dan mulut di SDN 4 dan SDN 6 Tampaksiring. Program ini dijalankan dengann tujuan ikut berpartisipasi dalam pelayanan kesehatan instansi medis setempat sebagai bentuk pencegahan penyakit gigi dan mulut pada siswa SD. Pelaksanaannya meliputi timbang berat badan dan mengukur tinggi badan, pemeriksaan kuku dan telinga oleh dokter umum, pemeriksaan gigi oleh dokter gigi dan mahasiswa kedokteran gigi. Program ini berlangsung pada tanggal 4 Agustus di SDN 4 Tampaksiring dan tanggal 5 Agustus di SDN 6 Tampaksiring.
7.      Sosialisasi dan pemberian tanaman obat keluarga kepada warga Banjar Sareseda. Program ini dijalankan dengann tujuan memberdayakan masyarakat untuk budidaya tanaman obat keluarga dan mampu memanfaatkan tanaman yang dibagikan untuk peningkatan kesehatan. Pelaksanaannya meliputi penyusunan manfaat tanaman obat keluarga yang dibagikan dalam bentuk brosur yang akan ditempel di rumah warga, pembagian tanaman obat sebanyak 35 tanaman (sambiloto, kumis kucing, lidah mertua, sambung nyawa, mahkota dewa, kecibling dan miana brumbun) setelah sosialisasi kesehatan di rumah-rumah warga. Program ini berlangsung pada 20-22 Agustus di lingkungan Banjar Sareseda.
c.       Hasil Kegiatan
1.        Sosialisasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda. Program ini dijalankan dengan tujuan memberikan pengetahuan kepada warga Banjar Sareseda tentang memelihara hidup bersih dan sehat. Pelaksanaannya meliputi penyusunan materi sosialisasi dalam bentuk brosur yang akan ditempel di rumah warga dan melakukan sosialisasi ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda. Kegiatan ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 20.000,-
2.      Sosialisasi tentang HIV/AIDS ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda. Program ini dijalankan dengan tujuan memberikan pengetahuan kepada warga Banjar Sareseda tentang bahaya HIV/AIDS dan pencegahannya. Pelaksanaannya meliputi penyusunan materi sosialisasi dalam bentuk brosur yang akan ditempel di rumah warga dan melakukan sosialisasi ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda. Kegiatan ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 20.000,-
3.      Sosialisasi tentang Kesehatan Gigi dan Mulut ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda. Program ini dijalankan dengan tujuan memberikan pengetahuan kepada warga Banjar Sareseda tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi-mulut dan cara membersihkan yang benar. Pelaksanaannya meliputi penyusunan materi sosialisasi, dan melakukan peragaan cara menyikat gigi dan memilih sikat gigi yang baik pada sosialisasi ke rumah-rumah warga Banjar Sareseda. Kegiatan ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 0,-
4.      Pembuatan papan manfaat tanaman obat yang dipasang di area Pura Mengening. Program ini dijalankan dengann tujuan memperkenalkan kepada masyarakat yang berkunjung tentang keanekaragaman hayati di Pura Mengening dan menggunakan media papan untuk memperkenalkan khasiat dan pemanfaatan tanaman herbal. Pelaksanaannya meliputi identifikasi tanaman obat di lingkungan Pura mengening, menyusun manfaat tanaman obat yang ditemukan dan diproduksi dalam bentuk kertas yang dilaminating, kemudian di satukan pada potongan bambu dan ditempatkan disekitar tanaman obat yang dimaksud. Kegiatan ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 72.000,-
5.      Membantu Posyandu yang diadakan Puskesmas Tampaksiring I di balai Banjar Sareseda. Program ini dijalankan dengann tujuan ikut berpartisipasi dalam pelayanan kesehatan instansi medis setempat guna meningkatkan taraf kesehatan ibu dan anak di Banjar Sareseda. Pelaksanaannya meliputi obeservasi dan membangun hubungan baik melalui komunikasi dengan Puskesmas Tampaksiring I, penyusunan materi untuk sosialisasi cara merawat kesehatan gigi dan mulut pada balita dalam bentuk brosur kesehatan. Pelayanan di posyandu meliputi penimbangan, pencatatan hasil timbang, sosialisasi kesehatan, imunisasim pemberian vitamin  A dan bubur kacang hijau. Kegiatan ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 20.000,-
6.      Bekerjasama dengan Puskesmas Tampaksiring I mengadakan screening gigi dan mulut di SDN 4 dan SDN 6 Tampaksiring. Program ini dijalankan dengann tujuan ikut berpartisipasi dalam pelayanan kesehatan instansi medis setempat sebagai bentuk pencegahan penyakit gigi dan mulut pada siswa SD. Pelaksanaannya meliputi timbang berat badan dan mengukur tinggi badan, pemeriksaan kuku dan telinga oleh dokter umum, pemeriksaan gigi oleh dokter gigi dan mahasiswa kedokteran gigi. Kegiatan ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 0,-
7.      Sosialisasi dan pemberian tanaman obat keluarga kepada warga Banjar Sareseda. Program ini dijalankan dengann tujuan memberdayakan masyarakat untuk budidaya tanaman obat keluarga dan mampu memanfaatkan tanaman yang dibagikan untuk peningkatan kesehatan. Pelaksanaannya meliputi penyusunan manfaat tanaman obat keluarga yang dibagikan dalam bentuk brosur yang akan ditempel di rumah warga, pembagian tanaman obat sebanyak 35 tanaman (sambiloto, kumis kucing, lidah mertua, sambung nyawa, mahkota dewa, kecibling dan miana brumbun) setelah sosialisasi kesehatan di rumah-rumah warga. Kegiatan ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 265.000,-

3.3 Pembahasan Kegiatan
        Pelaksanaan  program KKN dipenggaruhi oleh beberapa faktor baik internal  maupu eksternal antara lain :
1.   Faktor Internal
a.       Kekuatan
Minat dan motivasi mahasiswa KKN untuk melengkapi dan memperbaiki sarana dan prasarana di Pura Mengening dan Banjar Saraseda yang belum lengkap. Minat dan kemauan besar Krama Banjar Sarseda untuk menerima kedatangan mahasiswa KKN dan mengevaluasi program kerja kegiatan yang lebih baik.
b.      Kelemahan
Terbatasnya dana operasional untuk menunjang pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN. Kurangnya minat masyarakat untuk ikut membantu program kerja mahasiswa khususnya saat ada sosialisasi dari mahasiswa sehingga mahasiswa harus sosialisasi ke rumah-rumah warga.
2.      Faktor eksternal
a.       Peluang
Meningkatkan kepercayaan pihak Krama Pengempon Pura Mengening  kepada mahasiswa KKN. Meningkatkan kinerja mahasiswa KKN dalam melaksanakan program kerja yang telah ditentukan. Serta meningkatkan kerjasama antara mahasiswa KKN dengan pihak Krama Pengempon Pura Mengening.

BAB IV
KESIMPULAN

Dari evaluasi pelaksanaan program dan pembahasan yang diuraikan dapat ditarik kesimpulan yaitu sebagai berikut:
a.       KKN merupakan wujud dari pengabdian pada masyarakat untuk pemberdayaan potensi Pura Mengening berdasarkan potensi Pura Mengening yang ada.
b.      Pada dasarnya program yang disusun dan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Mahasaraswati Denpasar Angkatan XXXVII periode II Tahun 2014 dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu.
c.       Program yang disusun merupakan hasil observasi Mahasiswa KKN berdasarkan data yang diperoleh dari Jro Mangku, Bendesa Adat, Puskesmas serta Masyarakat sekitar Banjar Saraseda sehingga program yang disusun berdasarkan kebutuhan Pura Mengening serta Masyarakat Banjar Saraseda.
d.      Dengan adanya kegiatan KKN, Masyarakat Pura mengening maupun Banjar Saraseda dapat merasakan hasil dari KKN baik langsung maupun tidak langsung.
Mahasiswa KKN mendapatkan pengalaman secara langsung maupun tidak langsung, sehingga program yang telah dibuat dapat terlaksana 100% walaupun dalam pelaksanaannya terdapat kekurangan dan kendala.

BAB V
SARAN – SARAN

            Berdasarkan kesimpulan yang dimuat di bab terdahulu dan hasil pengamatan selama kami melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari tanggal 25 Juli – 3 September 2014, maka berikut ini beberapa saran yang dapat kami berikan berkenaan dengan permasalahan – permasalahan yang kami temukan selama proses KKN ini :

Untuk Pura Mengening
1.            Agar Masyarakat Pura Mengening maupun Banjar Saraseda dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang kami berikan untuk menunjang kelancaran dan kebersihan di Pura Mengeninng di masa yang akan datang.
2.            Agar Masyarakat Pura Mengening maupun Banjar Saraseda dapat menjadi panutan bagi Masyarakat lainnya yang ada di Tampaksiring untuk dapat menerapkan pengetahuan – pengetahuan yang dibawa mahasiswa KKN baik dalam bentuk program – program penyuluhan ataupun program lainnya agar tercipta Masyarakat Banjar Saraseda yang lebih baik di masa yang akan datang.
3.            Agar Masyarakat Pura Mengening dapat berkoordinasi dengan lebih baik dengan mahasiswa KKN yang ada di Pura Mengening yang mana koordinasi ini tidak hanya satu arah namun akan lebih baik apabila koordinasi ini dapat dilakukan 2 arah yakni bukan hanya dari pihak mahasiswa KKN yang memberi informasi akan hal – hal yang akan mereka lakukan namun,akan lebih baik bila Masyarakat Pura Mengening juga bisa dengan pro aktif mencari informasi apa yang akan dilakukan oleh mahasiswa KKN.
4.            Agar apabila terjadi suatu kesalahpahaman akan suatu hal dikemudian hari, seperti program – program mahasiswa KKN yang dianggap kurang relevan atau dianggap mahasiswa KKN pasif di Pura Mengening tersebut, Krama Pengempon atau masyarakat banjar Saraseda dapat dengan cara yang bijaksana dan intelektual menyampaikan hal tersebut kepada para mahasiswa KKN. Peyampaian ini dapat dilakukan dengan memberi buki – bukti autentik dan bukan dengan informasi yang datangnya dari satu pihak.
5.            Agar dikemudian hari antara masyarakat banjar Saraseda dan mahasiswa KKN dapat lebih saling mengerti kondisi satu sama lain dalam segala bidang seperti dalam penyusunan program yang mana mahasiswa KKN dalam hal ini hanya mampu memberi sumbangsih pikiran, ide – ide kreatif serta tenaganya untuk membangun sekolah dan kami belum mampu memberi bantuan materi yang optimal.

. Untuk Universitas
1.      Kami berharap dikemudian hari , setelah menentukan lokasi KKN, pihak universitas khususnya panitia penyelenggara KKN dapat mensosialisasikan kepada Krama Pengempon Pura Mengening akan apa makna dari kegiatan KKN ini, hal ini ditujukan agar tidak terjadi kesalahpahaman akan makna KKN itu sendiri. Sosialisai ini sebaiknya bukan hanya dilakukan pada penyerahterimaan mahasiswa namun akan lebih baik apabila pihak universitas dapat datang langsung ke lokasi KKN dan berbicara secara langsung dengan pihak – pihak terkait dan Universitas bisa menyiapkan tempat untuk menginap di tempat KKN supaya tidak jauh bolak balik.
2.      Kami berharap dikemudian hari pelaksanaan KKN yang sudah baik ini dapat dibuat menjadi lebih baik melalui usaha memperjelas aturan – aturan pelaksanaan KKN dalam segala bidang bukan hanya bagi mahasiswa pelaksana KKN namun juga bagi pihak – pihak terkait di lokasi KKN yang telah dipilih. Contohnya tentang ketidakhadiran anggota di kelompok tersebut.

Demikianlah kiranya saran – saran yang dapat kami berikan, kami berharap saran – saran yang kami kemukakan diatas dapat membantu menjadikan program KKN ini menjadi program yang jauh lebih baik dan lebih bermanfaat bukan hanya bagi mahasiswa KKN namun juga bagi semua pihak terkait baik dari lokasi KKN maupun dari pihak universitas. Apabila dalam saran – saran tersebut terdapat pemilihan kata yang kurang berkenan, kami mohon maaf yang sebesar – besarnya.



Demikian contoh laporan yang saya buat bersama anggota kelompok KKN saya. semoga menambah refrensi anda sekalian. Trimakasih

10 comments:

  1. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    ReplyDelete
  2. Great In this article, I have chosen the best WordPress comment plugins for your content
    www.office.com/setup

    ReplyDelete
  3. I simply want to offer you a huge thumbs
    up for your excellent info you have here on this post.
    I am coming back to your website for more soon
    Warm Regards www.office.com/setup

    ReplyDelete
  4. www.office.com/setup
    Learn, how to download and setup Microsoft office software For Windows and Mac OS PC/Laptop

    ReplyDelete